HALOOOO SEPTEMBER
Dari redaksi
Masih panas. Padahal orang bilang kalau nama bulan sudah berakhiran ber-ber berarti musim hujan akan tiba. Tapi nyatanya? Bukan musim hujan yang datang namun hujan abu yang datang. Lebih dahsyat lagi flu burung positif melanda Sulut pasti ada hubungannya dengan dengan musim panas. Wuih. Eh dampak lain musim panas, listik kian sekarat. Kata bos-bos yang mengaku paling tahu tentang listrik, ini karena debit air di danau Tondano yang berhubungan dengan pembangkit listrik turun jadi tidak mampu lagi menerangi provinsi Sulut yang tercinta ini dengan maksimal. Di Woloan, kampungku aja ada pemadaman bergilir. Kalau listrik padam, kayak kota mati. Orang-orang pada ogah menyalakan lentera. Jadi dingin-dingin (karena daerahnya tinggi) gelap, paling bagus tiduuuur biar jam baru menunjukkan pukul 7 malam. Soalnya matinya listrik sering dimulai jam 5 sore hingga 10 malam. Salut deh buat PLN.
Terus yang istimewa di bulan September... kayaknya umat Muslim akan mulai masa puasa. Kalau udah puasa berarti sebulan lagi lebaran. Kalau lebaran, berarrti kita-kita dapat THR lebaran dooong. Asik kan. Eh ini maksudnya bukan bersyukur karena dapat THR tapi karena tak lama lagi bakalan libur panjaaaaaang. Kan seru. Lepas dari semua di atas, aku ingin September punya arti bagiku. Atas sesuatu yang kuimpikan. Semoga ada solusinya di bulan September.
Dari redaksi
Masih panas. Padahal orang bilang kalau nama bulan sudah berakhiran ber-ber berarti musim hujan akan tiba. Tapi nyatanya? Bukan musim hujan yang datang namun hujan abu yang datang. Lebih dahsyat lagi flu burung positif melanda Sulut pasti ada hubungannya dengan dengan musim panas. Wuih. Eh dampak lain musim panas, listik kian sekarat. Kata bos-bos yang mengaku paling tahu tentang listrik, ini karena debit air di danau Tondano yang berhubungan dengan pembangkit listrik turun jadi tidak mampu lagi menerangi provinsi Sulut yang tercinta ini dengan maksimal. Di Woloan, kampungku aja ada pemadaman bergilir. Kalau listrik padam, kayak kota mati. Orang-orang pada ogah menyalakan lentera. Jadi dingin-dingin (karena daerahnya tinggi) gelap, paling bagus tiduuuur biar jam baru menunjukkan pukul 7 malam. Soalnya matinya listrik sering dimulai jam 5 sore hingga 10 malam. Salut deh buat PLN.
Terus yang istimewa di bulan September... kayaknya umat Muslim akan mulai masa puasa. Kalau udah puasa berarti sebulan lagi lebaran. Kalau lebaran, berarrti kita-kita dapat THR lebaran dooong. Asik kan. Eh ini maksudnya bukan bersyukur karena dapat THR tapi karena tak lama lagi bakalan libur panjaaaaaang. Kan seru. Lepas dari semua di atas, aku ingin September punya arti bagiku. Atas sesuatu yang kuimpikan. Semoga ada solusinya di bulan September.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home